Di tengah hiruk-pikuk industri musik nasional yang kerap menuntut kecepatan dan sensasi, SAIVA memilih jalur yang lebih sunyi namun jujur. Duo asal Sumatera Utara ini memulai debut mereka bukan dengan gegap gempita, melainkan dengan sebuah pengakuan emosional yang sederhana dan dekat dengan keseharian banyak orang. Single perdana bertajuk “Balik Arah”, dirilis pada 30 Mei 2024, menjadi penanda arah baru sekaligus refleksi perjalanan panjang dua perantau yang akhirnya pulang untuk menyembuhkan.
Nama SAIVA, yang berakar dari kata syifa (obat/penawar), bukan sekadar identitas. Ia adalah niat. Niat untuk menghadirkan karya yang bisa menjadi teman di saat hati rapuh. Niat yang lahir dari pengalaman hidup jatuh bangun, harap dan kecewa yang dialami oleh Irawan (Wenz) sebagai vokalis dan Win Andika (Dika) sebagai gitaris. Keduanya telah lama menapaki panggung-panggung Ibu Kota bersama band masing-masing, menabung mimpi selama lebih dari lima tahun. Hingga sebuah keputusan pahit membawa mereka kembali ke kampung halaman di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Namun pulang bukan berarti menyerah. Justru dari jarak dengan hiruk-pikuk pusat industri, SAIVA menemukan ruang untuk jujur pada diri sendiri. Pada 22 Februari 2022, Dika dan Wenz menyatukan langkah sebagai duo Pop Ballad genre yang mereka pilih bukan karena tren, melainkan karena kebutuhan untuk bercerita dengan utuh. Pop Ballad memberi ruang bagi lirik yang bernapas, melodi yang tidak tergesa, dan emosi yang dibiarkan tumbuh.

“Balik Arah” lahir dari pengalaman personal Dika kisah tentang kepercayaan yang runtuh dan janji yang tak sampai. Lagu ini tidak berteriak; ia berbicara pelan. Tentang seseorang yang pernah diyakinkan akan kebersamaan hingga tua, namun harus menerima kenyataan ditinggalkan. Alih-alih meratap, SAIVA mengajak pendengar untuk melihat perpisahan sebagai pelajaran hidup sebuah keberanian untuk mengubah arah saat cinta tak lagi berpihak.
Proses kreatif lagu ini juga memperlihatkan keseriusan SAIVA dalam meramu rasa. Di bawah arahan Chandra Samhari sebagai Executive Producer, penggarapan musik dipercayakan kepada Dede Hakim (gitaris Izi Band) sebagai Music Producer, dengan sentuhan gitar akustik dari Arif Nugroho. Hasilnya adalah aransemen yang bersih dan hangat, memberi ruang pada vokal untuk menyampaikan cerita tanpa berlebihan. Mixing dan mastering yang rapi membuat emosi lagu tetap intim, seolah dinyanyikan dari jarak yang dekat.
Kolaborasi dengan Firefly Records sub label dari Musica Studio’s menjadi langkah strategis yang mengukuhkan debut SAIVA di kancah nasional. Tanpa kehilangan karakter, SAIVA kini hadir di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, Langit Musik, YouTube Music, TikTok Music, dan Trebel. Lyric video “Balik Arah” juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube Firefly Records, memperluas jangkauan cerita mereka.
Lebih dari sekadar single debut, “Balik Arah” adalah pernyataan sikap. Bahwa kesetiaan, kekecewaan, dan keberanian untuk melangkah pergi adalah bagian dari proses dewasa. Bahwa pulang ke kampung halaman, ke diri sendiri bisa menjadi cara paling jujur untuk memulai lagi. Dan bahwa musik, ketika dibuat dengan niat menyembuhkan, akan selalu menemukan pendengarnya.
Dengan “Balik Arah”, SAIVA tidak hanya memperkenalkan diri. Mereka mengundang kita untuk berhenti sejenak, mendengar, dan jika perlu mengubah arah.



