Tidak Mempunyai Mata, Tapi Boleh Melihat

Tidak semua makhluk hidup melihat menggunakan mata.

Salah satunya adalah Ophiocoma wendtii yang termasuk spesies brittle star, iaitu kerabat bintang laut atau tapak sulaiman.

Meskipun tidak mempunyai mata, spesies yang banyak ditemukan di karang Bermuda sehingga kawasan Brazil ini tetap dapat melihat dasar lautan.

Kajian yang diterbitkan di Proceedings of the Royal Society, Rabu (24/1/2018), menunjukkan bahwa Ophiocoma dapat melihat sekelilingnya disebabkan sel peka cahaya yang tersebar di seluruh kulitnya.

Meskipun bukan mata, mereka tetap dapat mengenali lingkungan sekelilingnya dan menghindari cahaya.

Penemuan yang dilakukan oleh ilmuwan Inggeris ini sekali gus menghilangkan rasa kesangsian tentang cara brittle star melihat.

Ophiocoma memiliki lima lengan yang bergabung dalam cakranya.

Kelima lengannya inilah yang mampu menghasilkan cahaya dan membolehkan Ophiocoma berubah kedudukannya.

Kerangka Ophiocoma yang menutupi lapisan kulit nipis telah ditutup oleh struktur kristal bermanik.

Pengkaji awalnya menganggap organ tersebut sebagai mata majmuk besar dan menganggap rangkaian saraf di dalamnya seperti mesin yang membuat Ophiocoma dapat melihat.

Namun, ketika ahli biologi evolusioner melihat lebih dekat kerangka brittle star, pengkaji menyedari bahawa struktur kristal itu tiada kaitan dengan penglihatannya.

Dalam hasil penelitian tersebut, pengkaji menemui bukti yang sangat berbeza dari penafsiran sebelumnya.

Pengamatan para pengkaji menunjukkan bahawa kumpulan saraf ternyata berada di bawah struktur kristal. Hal ini berlawanan dengan yang difikirkan sebelumnya.

Tambahan pula, para pengkaji menemukan banyak sel yang menutupi molekul sensitif cahaya yang menutupi kerangka lengan brittle star.

Namun, hal ini tidak di temukan dalam struktur rangka kristal.

“Kerana sel peka cahaya ini berdekatan dengan kumpulan saraf, ia mungkin saja bertanggungjawab untuk mendapati isyarat visual dan mengirim signal di sepanjang saraf,” ujar ahli neurobiologi Lauren Summer-Rooney dari Universitas Oxford, Inggris, yang memimpin penelitian, seperti dipetik Nature, Rabu (24/1/2018).

Dalam penelitian tersebut, para pengkaji membuktikan bahwa Ophiocoma dapat memberi isyarat visual.

“Ophiocoma tak hanya dapat menjauhi cahaya, tetapi mereka juga dapat menangkap warna gelap pada jarak sekitar 14 sentimeter dan bergerak ke arahnya dengan sangat cepat,” ujar Summer-Rooney.

Sebenarnya, ada beberapa haiwan yang memiliki kemampuan untuk melihat tanpa mata. Kemampuan ini disebut fotoresepsi ekstraokular.

Julia Sigwart, ahli biologi evolusioner dari Queen’s University Belfast, Eropah yang bergabung dalam kajian ini berkata bahwa beberapa haiwan termasuk dalam anggota krustasea kecil juga memiliki kemampuan ini.- SuaraTV

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.